Selasa, 21 Maret 2017

[Kembali]

Foto Hendra Laksana Putra.
sumber: ........

Bukan waktu yang mendatangkan kepergian
Bukan usia yang menghidupkan kematian
Bukan cinta yang memanggil kebodohan
Bukan pula kamu, yang pernah ku anggap penyayat kesetiaan
Cerita pendek yang ku tulis bukan karena ku ingin
Hanya kata-kataku telah habis oleh angin
Diterpa oleh cidera bertubi dari sosok yang dulu teramat bening
Yang mengukir bulan-bulan malam yang hening
Aku tak tahu apakah cerita dari puisi ini benar-benar berakhir, ketika kau katakan,"Aku hanya sejenak kembali."


@KOS, 19 Maret 2017

Kamis, 09 Maret 2017

Ketika Ku Dengar Cerita Seorang Sahabat

by: Hendra Laksana Putra


Hasil gambar untuk sahabat
sumber gambar: www.rajakata.net


Kita bertemu lagi
Di hari yang tak pernah tertulis rencana
Apa kabar mimpimu hari ini?
Masihkah? Atau mungkin kan bertahan hingga lusa

Kamis, 01 Desember 2016

Pengaduan, Akhir 2016

by : Hendra Laksana Putra

sumber gambar : remajakita.indonesiaz.com

Setelah ini, apa?
Setelah dari sini, ke mana?
Napas terakhirku tak pernah menulis kata. Kapan tiba?
Begitu pula senandung serangga musim kemarau

Tanah lahirku pecah, beranakan amarah. Menyelingkuhi amanah
Walau amarah adalah jubah kebesaran Tuhan. Mereka ikut menyandang
Tuhan ... maafkan ...
Semoga bara di selendang ibu pertiwi lekas padam

Rabu, 09 November 2016

SURGAKAH?


Hasil gambar untuk air
sumber gambar : mobile.fourlook.com

by : Hendra Laksana Putra

Apa kabar surga hari ini?
Mungkin saya tidak pernah tahu.
Tentang kisah – kisah air susu telaga
Pondasi dan tiang – tiang emas berkilau

Apa kabar surga hari ini?
Orang – orang ingin ke sana. Tanpa tes
Hanya ingin kenikmatan-Nya
Atau ingin restu-Nya

Rabu, 28 September 2016

Hitam Putih

Sumber gambar : www.icone-png.com

Seandainya detik waktu bisa ku putar kembali, ingin ku ulang setiap bahagia. Dan hidup 1000 tahun lagi. Kan kusandingkan dengan setiap kesedihan, agar aku tak berlari menuju kepahitan yang abadi.

Seperti pelangi yg terlukis hampir bersamaan dengan badai. Seperti purnama yg selalu di selimuti kegelapan. Seperti seorang ibu yg melahirkan kebahagiaan dengan kesakitan, atau bahkan kematian. Seperti kebencian kepada masa indah yg pernah berlalu. Seperti aku yg ingin memilikimu sekali lagi


Minggu, 18 September 2016

Cinta, 2 Sisi

Cinta adalah keraguan, sekaligus kepastian
Cinta adalah kebohongan, sekaligus kejujuran
Cinta adalah mimpi, sekaligus kenyataan
Cinta adalah kesabaran, tetapi tak boleh diam

Cinta adalah masa lalu, sekaligus waktu yg akan berlalu
Cinta adalah perjalanan, sekaligus pemberhentian
Cinta adalah kebahagiaan, sekaligus kesedihan
Cinta adalah memberi, dan terus memberi

Cinta adalah kebijaksanaan yg membuat langit terguncang
Membuat bumi dan seisinya bimbang
Tentang hitam dan putih yg harus dipijak untuk langkah berikutnya
Semua itu yang membuatku takut sampai sekarang, untuk mengecup kehidupanmu dan melayarkan bahtera
Sok2an wkwkwkwkwk :D
__________________harusnya ada orang disebelah sini ||
_____________________________________________________ ||
Hendra Laksana Putra di Hutan Pinus, Imogiri, Yogyakarta.

Foto Hendra Laksana Putra.

Kamis, 08 September 2016

Jika Sampah

by : Hendra Laksana Putra
Sumber gambar : forum.detik.com


Berapa banyak kata, kalimat, dan ejaan yang tertanam di otak mungilmu
Untuk apa semua itu?
Seperti kantong plastik yang membungkus belanjaan. Dipakai, lalu menjamur

Tebal KBBI mungkin tak cukup untuk mengartikan
Semua yang ku ingat untuk apa?
Semua yang ku sampaikan untuk siapa?

Tidak ada batas dimana bunyi lonceng akan berhenti
Begitu pula puisi
Walau semuanya sampah, tetap saja aku merindunya



@Perpustakaan, 8 September 2016
 

Look & See

TERIMAKASIH

Selamat menikmati. Jangan ragu memberi komentar, karena dari cermin orang lain kita melihat hal yang selama ini tersembunyi menghalangi kita berdiri.

About

It's about US
semua tulisan di blog ini merupakan karya saya sendiri, Hendra Laksana Putra. Jika ada yang bukan dari saya, sebisa mungkin saya sertakan sumbernya. Mohon untuk di koreksi yaaaa . . . . Terimakasih. Don't forget to be happy . . . .