by : Hendra Laksana Putra
Sumber gambar : gitar-anak.blogspot.com
Senar – senar menegang, memanggil
tak sabar bergoyang
Harusnya 6 kini tinggal 5
Lima jari pun sama
Kemanakah ia pergi? Putus?
Ku dekati perlahan tepat dipojok
kamar penya’ir
Ku tidurkan tubuhnya, miring
Ayunan tanganku membuatnya
bicara,
Tertawa, menangis, kecewa, cinta
Ingin sekali pelukan hangat ku
berikan, tetapi apa daya
Bibir ini belum sanggup
mendaratkan kecupan di keningnya
Jari – jari ini sangat kaku
ketika menyentuhnya
Kaulah cinta pertama
Wahai gitar tetangga

0 komentar:
Posting Komentar