Minggu, 22 Mei 2016

Dari Penyair

By : Hendra Laksana Putra

sumber gambar : ahmadfarieds.blogspot.com

Membuat sunyi keramaian
Meramaikan kesendirian
Duduk sendiri di persimpangan
Di tengah – tengah teriakan
Melihat hati dan seraut wajah bertumpuk luka
Dengan lukisan pena dan rangkaian kata – kata

Siapa di antara kalian yang bisa membuat hati bicara?
Membuat lidah terkilir dan rindu menganga
Mengajak si buta menjelajah semesta
Menjaring matahari penuh bara
Mengambil rembulan tanpa sapa
Terbang dan menari di tempat bintang kecil berada

Tak ada yang berani mencaci menteri kerajaan
Tak ada yang sudi mempersunting gelandangan
Tak ada yang utuh menyetubuhi ketelanjangan
Sekalipun . . . . Tak akan kau temukan
Selain di dalam jiwa – jiwa bergentayangan
Menyandang pena kusam di genggaman

Tapi, apakah kau merasakan kegelisahan?
Kegundahan di satu sudut kelam sesak berantakan
Selicik apapun pena bermain kata dengan goresan
Tiada bisa ku rengkuh pagi yang telah pergi, walau hanya sekali
Pena ini tak mampu membuat goresanNya berganti
Di bawah langit jingga menepi, pagi tak berjanji membuka mata lagi





@MUSTEK, 1 Mei 2016

0 komentar:

Posting Komentar

 

Look & See

TERIMAKASIH

Selamat menikmati. Jangan ragu memberi komentar, karena dari cermin orang lain kita melihat hal yang selama ini tersembunyi menghalangi kita berdiri.

About

It's about US
semua tulisan di blog ini merupakan karya saya sendiri, Hendra Laksana Putra. Jika ada yang bukan dari saya, sebisa mungkin saya sertakan sumbernya. Mohon untuk di koreksi yaaaa . . . . Terimakasih. Don't forget to be happy . . . .