by : Hendra Laksana Putra
sumber gambar : remajakita.indonesiaz.com
Setelah ini, apa?
Setelah dari sini, ke mana?
Napas terakhirku tak pernah menulis kata. Kapan tiba?
Begitu pula senandung serangga musim kemarau
Tanah lahirku pecah, beranakan amarah. Menyelingkuhi amanah
Walau amarah adalah jubah kebesaran Tuhan. Mereka ikut
menyandang
Tuhan ... maafkan ...
Semoga bara di selendang ibu pertiwi lekas padam
Tuhan ...
Untuk apa Kau ceritakan surga dan neraka
Untuk apa Kau ciptakan keimanan dan kekufuran. Tak
lupa kemunafikan di antara keduanya
Untuk apa?
Semua itu telah membuat hamba-Mu,
menghamba kepada surga-Mu,
membungkus iman di dalam jubah-jubah nafsu.
Melupakan-Mu
Tuhan ...
Aku ragu iman ini pantas mencicipi aroma surga-Mu
Apalagi untuk membeli tiket VVIP menghadap
kemuliaan-Mu
Sungguh setiap sujudku pada-Mu
Hanya sebatas dahi yang mengecup sejengkal lahan tempat
menimbun jasat
Tuhan ...
Aku takut kekufuranku impas untuk menghirup asap
neraka-Mu
Aku semakin menggigil, jika mengingat malaikatmu nanti
merobek nyawaku
ketika purnama terakhir di hatiku tak ada satupun nama-Mu
Tuhan .... Maafkan aku ....
Aku meminjam nama-Mu sebentar saja
Semoga bisa melukis indah, cerita kalam-Mu yang
katanya ternoda
Semoga bisa mengukir damai, di lembar-lembar kebenaran
takdir-Mu
Perpustakaan FT UGM, 1 Desember 2012

Keren mas hendra.
BalasHapuskuliah dijurusan kedokteran ya
wah mas fathur. tahu aja kalau bukan ....
Hapus