Senin, 08 Agustus 2016

Akulah Pilihan

by : Hendra Laksana Putra
sumber gambar : mega-octaviany.blogspot.com



Sepanjang apapun perjalanan, akan selalu ku temui persimpangan
Kadang aku harus berjalan lurus atau berlari membunuh waktu
Kadang juga belok ke kiri atau ke kanan
Dan terkadang harus berhenti atau bahkan kembali

Jika ada yang melihatku, mereka kan bertanya, “Mengapa?”
Karena . . . .
Akulah hidup dan akulah pejalan kaki itu
Akulah pemilih dan akulah pilihan



@Perpustakaan, 8 Agustus 2016

Malam Hati

by : Hendra Laksana Putra
sumber gambar : silient-action.blogspot.com



Duniaku hanya berisi jurang

Lautan dengan palung yang sangat dalam

Siang yang terlewat sekejap

Tepat ketika ku pejamkan kelopak di tepian bola – bola

Yang memelototi seluruh isi yang sesungguhnya tak ada

Hanya ada malam. Yang sering datang, yang sering pulang



@Perpustakaan, 8 Agustus 2016

Minggu, 07 Agustus 2016

Cerita Pelangi

by : Hendra Laksana Putra
sumber gambar : pixabay.com



Merah kuning hijau
Adalah warna pelangi ketika aku masih duduk di bangku Taman Kanak – Kanak
Seperti lagunya yang sederhana, warna itu sudah sangat indah

Mejikuhibiniu
Adalah istilah baru yang ku tahu tentang pelangi saat aku duduk di bangku Sekolah Dasar
Tidak ada lagunya memang, selain ku dengar dari pelantun tembang yang mengatakan bahwa indah pelangi seindah cinta dan suasana hati

Saat beranjak dewasa aku diberi tahu tentang pelangi yang tidak sederhana lagi
Tak seperti dulu, tapi jauh lebih indah
Dari awal yang sederhana, dengan surya yang berteman dengan melodi rintik air langit
Ada pelangi
Merah dan jingga dan diantara mereka ada sudut yang pernah terabaikan hanya karena keterbatasan
Mungkin rambut di atas kepala ini mengerti. Tak pernah ada yang peduli, berapakah aku?


Dan sekarang aku pun bertanya, salahkah kita semua?

Sabtu, 06 Agustus 2016

R.I.N.D.U

by : Hendra Laksana Putra
sumber gambar : www.satubahasa.com



Aku tidak tahu apa itu?
Tapi aku merasakan ada yang hilang, tapi bukan tentang ketidaksyukuran
Aku damai,
Tapi bukan kedamaian yang menjadi kehendak semesta
Jika jagat raya pun mendapati kekosongan, mungkin juga rinduku

Apakah sebenarnya aku tahu?
Aku ada bersama kekosongan itu
Haruskah ku penuhi dengan mimpi – mimpi masa kecil
Atau cerita – cerita tidur dari bunda
Bagaimana dengan rindu?

Siapa dia? Aku tidak mengenalnya. Belumkah?
Rindukah kekosongan itu?
Dan bagaimana aku bisa memulai untuk mendekapnya . . . .





@Mustek, 6 Agustus 2016

Styrofoam

by : Hendra Laksana Putra
sumber gambar : www.decoist.com



Saat masih kecil aku akan terbang kemanapun nafas langit berhembus
Saat aku terdiam, aku harus bisa menahan dorongan dan tarikan
Saat aku berjalan, aku akan sempoyongan sambil sedikit melompat
Saat aku berlari, aku benar – benar bersama udara

Ketika bersamamu dan kau lembutkan sentuhanmu
Aku akan terlepas dari genggamanmu yang tak erat lagi
Ketika bersamamu dan kau keraskan jemarimu
Aku akan patah, berserakan di jalan dan berhamburan di angkasa


@Mustek, 6 Agustus 2016

Senin, 01 Agustus 2016

Akulah Duri . . . .

by : Hendra Laksana Putra
sumber gambar : kidnesia.com


Adakah penghapus kata yang telah terucap?

Apakah pengertian bisa mema’afkan segalanya?

Apakah harus ada yang disalahkan ketika hati menangis?



Tak akan mekar mawar merah tanpa duri di tangkainya

Akulah duri . . . .




@Perpustakaan Teknik, 1 Agustus 2016

Payung Hitam

By : Hendra Laksana Putra 
sumber gambar : pixabay.com



Payung hitamku, teduhkan nista dan kemunafikan
Tak membuatku beranjak darinya
Takut akan tubuh ini terbasahi derasnya kebohongan
Semula, semua baik – baik saja
 

Look & See

TERIMAKASIH

Selamat menikmati. Jangan ragu memberi komentar, karena dari cermin orang lain kita melihat hal yang selama ini tersembunyi menghalangi kita berdiri.

About

It's about US
semua tulisan di blog ini merupakan karya saya sendiri, Hendra Laksana Putra. Jika ada yang bukan dari saya, sebisa mungkin saya sertakan sumbernya. Mohon untuk di koreksi yaaaa . . . . Terimakasih. Don't forget to be happy . . . .