Kamis, 18 Februari 2016

CERMIN MASA LALU











Ku coba tuk terus ikuti jalan
Berjalan menuju cahaya yang telah ku yakini
Ku tahu itu ada
Di bawah cahaya dalam gelap
Ku ikuti
Menyatu bersama ribuan debu
Menutupi mata
Saat aku membuka mata
Aku akan semakin sakit
Tapi kalau ku tutup mataku
Apa yang bisa kulakukan
Ku tak tahu apa yang menghadapku
Ntah ku injak kerikil kecil
Atau ku sandung batu besar
Terpeleset oleh kaki
Menghantam dinding besi
Terjun ke jurang tanpa dasar
Saat ku ambil satu langkah
Kemanapun

Ternyata
Di sampingku
Di belakangku
Di depanku
Ada banyak cahaya lain
Titik demi titik
Yang tak kusadari selama ini
Karena ku hanya memandang pada satu cahaya
Yang menurutku paling terang
Paling aku ingin
Saat angin menerpa wajahku
Ku sadari mereka
Selalu ada untukku
Tuk menggapai satu cahaya yang ku ingin
Hanya saja mereka punya jalan sendiri
Terkadang belok kanan
Kadang belok kiri
Ada yang maju terus
Bahkan mundur kebelakang
Dan bahkan tak berpindah
Diam oleh heningnya kehampaan

Ketika terus berlari
Kurasakan ada yang menambah bebanku
Dengan cara mereka
Walau mereka juga ingin ku di sana
Bersama cahaya
Tapi ku salah merasa cahaya itu milikku sendiri
Karena cahaya yang sebenarnya
Adalah mereka yang mau berjalan lurus seperti cahaya
Melihat dengan diri sendiri
Dan mampu menembus ribuan debu
Bahkan badai pasir
Hingga akhir kembali bersama yang lain






- 20 Maret 2013 -

Gambar :
Senja : hazel.co.id

0 komentar:

Posting Komentar

 

Look & See

TERIMAKASIH

Selamat menikmati. Jangan ragu memberi komentar, karena dari cermin orang lain kita melihat hal yang selama ini tersembunyi menghalangi kita berdiri.

About

It's about US
semua tulisan di blog ini merupakan karya saya sendiri, Hendra Laksana Putra. Jika ada yang bukan dari saya, sebisa mungkin saya sertakan sumbernya. Mohon untuk di koreksi yaaaa . . . . Terimakasih. Don't forget to be happy . . . .