By : Hendra Laksana Putra
Sumber gambar : jagatfantasi.wordpress.com
Serpihan –
serpihan kecil kepompong berserakan
Terbawa seruan
angin rock ‘n roll meriah
Matanya terbuka
untuk yang pertama menatap dunia
Dunia penuh darah
memerah kacau dengan amarah
Kupu – kupu kecil
bersayap indah bergoreskan tinta warna – warni dariNya
Sejenak terdiam di sangkar, enggan untuk keluar
Menunggu hingga elang putih terbungkus kain putih
Cermin ajaib
mengisyarat kematian
Ia pun keluar
dengan kepakan sayap lebar menghitam
Bak merpati
pembawa pesan
Menjelajahi seluruh
dunia
Menggores sejuta
makna dan hakikat jalinan kasih hamba dan Tuhan
Dengan sepucuk
surat kecil di pinggangnya
Bertuliskan kebencian
dan amarah dibalut irama dakwah
Seperti utusan, ia
sampaikan pesan Tuhan dan tuntunan
Berceloteh nada
kebenaran atas nama Tuhan
Tapi . . . .
Ia lupa bagaimana
masa lalu terbang dan menabur
Ia lupa bagaimana
masa lalu mengasihi dengan syukur
Ia lupa bagaimana
masa lalu mencintai dari sanubari
Rajawali gagah berparuh
emas
Datang dengan
bahagia bersayap perisai
T’lah menjelma
menjadi kupu – kupu hitam
Datang dengan
amarah, menggenggam bilah – bilah pedang. Siap menikam
Menjulurkan lidah –
lidah api, menghanguskan riwayat insan tertinggi
@Mustek, 10 April
2016
"Berdamailah saudaraku. Hidup ini bukan hanya tentang kebenaran dan kebathilan, tapi juga tentang akhlak dan kebaikan kepada saudara. Dan semuanya akan kembali kepadaNya dengan pertanggungjawaban."

0 komentar:
Posting Komentar