Minggu, 10 April 2016

Celoteh Kupu - Kupu Kecil

By : Hendra Laksana Putra
Sumber gambar : jagatfantasi.wordpress.com

Serpihan – serpihan kecil kepompong berserakan
Terbawa seruan angin rock ‘n roll meriah
Matanya terbuka untuk yang pertama menatap dunia
Dunia penuh darah memerah kacau dengan amarah
Kupu – kupu kecil bersayap indah bergoreskan tinta warna – warni dariNya
Tiba – tiba meredup semakin gelap dan rapuh
Sejenak  terdiam di sangkar, enggan untuk keluar
Menunggu  hingga elang putih terbungkus kain putih

Cermin ajaib mengisyarat kematian
Ia pun keluar dengan kepakan sayap lebar menghitam
Bak merpati pembawa pesan
Menjelajahi seluruh dunia
Menggores sejuta makna dan hakikat jalinan kasih hamba dan Tuhan
Dengan sepucuk surat kecil di pinggangnya
Bertuliskan kebencian dan amarah dibalut irama dakwah
Seperti utusan, ia sampaikan pesan Tuhan dan tuntunan
Berceloteh nada kebenaran atas nama Tuhan

Tapi . . . .
Ia lupa bagaimana masa lalu terbang dan menabur
Ia lupa bagaimana masa lalu mengasihi dengan syukur
Ia lupa bagaimana masa lalu mencintai dari sanubari
Rajawali gagah berparuh emas
Datang dengan bahagia bersayap perisai
T’lah menjelma menjadi kupu – kupu hitam
Datang dengan amarah, menggenggam bilah – bilah pedang. Siap menikam
Menjulurkan lidah – lidah api, menghanguskan riwayat insan tertinggi




@Mustek, 10 April 2016

"Berdamailah saudaraku. Hidup ini bukan hanya tentang kebenaran dan kebathilan, tapi juga tentang akhlak dan kebaikan kepada saudara. Dan semuanya akan kembali kepadaNya dengan pertanggungjawaban."

0 komentar:

Posting Komentar

 

Look & See

TERIMAKASIH

Selamat menikmati. Jangan ragu memberi komentar, karena dari cermin orang lain kita melihat hal yang selama ini tersembunyi menghalangi kita berdiri.

About

It's about US
semua tulisan di blog ini merupakan karya saya sendiri, Hendra Laksana Putra. Jika ada yang bukan dari saya, sebisa mungkin saya sertakan sumbernya. Mohon untuk di koreksi yaaaa . . . . Terimakasih. Don't forget to be happy . . . .