Rabu, 13 April 2016

Mungkinkah Aku?

By : Hendra Laksana Putra
Sumber gambar : ajisepta.blogspot.com

Tak mungkin ku dudukkan bersebelahan
Antara serpihan kerikil pinggir jalan
Dengan belahan gunung berlian tinggi menjulang
Mereka beda harga
Berbeda pancar
Walaupun mereka tetap batu

Saat mata ini melotot tajam ke arah dia yang tinggi
Benar – benar ku tahu seberapa ia sangat berharga
Seberapa diri ini teramat munafik
Serasa bahtera tanpa nahkoda. Kosong tanpa awak
Terombang – ambing samudera bergejolak membentur idealisme

Kagumku padanya ketika ia mampu kibarkan merah putih di hadapan barisan – barisan awan
Apalah aku? Hanya seorang yang berkutat dengan kerikil kecil yang tak kunjung menyingkir
Barisanku jauh di belakang, tepatnya bersama para gelandangan menelanjang
Diplomasi, negosiasi, politik, menggurui, memanipulasi
Bukanlah mainan genggaman kesepuluh jari saat ini
Jika ada ulat bulu menghampiri, aku hanya lari atau terbunuh emosi




@MUSTEK, 13 April 2016

“Ketika dihadapanku adalah orang yang sangat hebat dalam segalanya. Aku sangat kagum padanya

0 komentar:

Posting Komentar

 

Look & See

TERIMAKASIH

Selamat menikmati. Jangan ragu memberi komentar, karena dari cermin orang lain kita melihat hal yang selama ini tersembunyi menghalangi kita berdiri.

About

It's about US
semua tulisan di blog ini merupakan karya saya sendiri, Hendra Laksana Putra. Jika ada yang bukan dari saya, sebisa mungkin saya sertakan sumbernya. Mohon untuk di koreksi yaaaa . . . . Terimakasih. Don't forget to be happy . . . .