Jumat, 08 April 2016

Akhir Pelangi Malam Hari

By Hendra Laksana Putra

Baru saja ku mengintip keluar jendela. Ku tatap ia
Aku menyadari satu fakta. Unik
Tak perlu kita menunggu hujan badai
Menunggu lukisan Tuhan yang beragam warna sampai di bola mata
Sejenak setelah badai pun belum pasti warna – warna itu kan selalu tergores
Tuhan tetap adil dan indah
Ia beri ku kejutan. Walau bukan tentang cetakkan angka di kalender
Tanggal hanya sederet aritmatika yang sedikit berguna, tetapi rasa ?
Seribu tanya tak akan memberi jawab
Karena semua tentang kita, berawal dari pelangi malam hari
Dan indah abadi esok hari

Pelangi – pelangi itu,
Lebih dari tujuh warna ku tahu. Ku rasa begitu
Tak bisa ku beri nama satu persatu
Bukan membilang pada sederet diskrit
Ketika kontinyu, hanya waktu sebagai penunjuknya
Warna – warna itu suci sekali
Enggan tuk ku nodai hingga ku diam sehening cerita waktu pagi

Kagumku kali ini ketika ku lihat pelangi yang sejati
Sesungguhnya tiada ku mampu tuk berkata
Hanya saja ingin sekali ku ajak kau selalu bersama
Dengan apa lagi jika bukan dengan untaian kata
Kata yang terus membawa kita tuk selalu terbang
Melintasi beribu pandangan, berjuta prasangka
Hingga sampai waktu kan menghapus warna – warna
Dan waktu yang akan mengembalikannya



@Mustek
8 April 2016
After Makrab TF-A 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Look & See

TERIMAKASIH

Selamat menikmati. Jangan ragu memberi komentar, karena dari cermin orang lain kita melihat hal yang selama ini tersembunyi menghalangi kita berdiri.

About

It's about US
semua tulisan di blog ini merupakan karya saya sendiri, Hendra Laksana Putra. Jika ada yang bukan dari saya, sebisa mungkin saya sertakan sumbernya. Mohon untuk di koreksi yaaaa . . . . Terimakasih. Don't forget to be happy . . . .